Di pabrik garment, posisi QC (Quality Control) dan QA (Quality Assurance) sering dianggap sama oleh pekerja baru. Padahal kedua posisi ini memiliki tanggung jawab, keahlian, dan jenjang karir yang berbeda. Memahami perbedaannya penting agar Anda bisa menentukan jalur karir yang tepat.
Quality Control (QC) adalah peran yang berfokus pada inspeksi produk. Tugas utama QC adalah memeriksa garment yang sudah diproduksi — apakah jahitannya rapi, ukurannya sesuai spec, warnanya konsisten, dan tidak ada cacat (defect) seperti lubang, noda, atau benang lepas. QC bekerja di 'end line' atau di titik-titik inspeksi selama proses produksi.
Quality Assurance (QA) memiliki cakupan lebih luas. QA tidak hanya memeriksa produk akhir, tetapi memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar. QA membuat SOP (Standard Operating Procedure), melakukan audit proses, memastikan bahan baku sesuai spesifikasi buyer, dan menangani komunikasi dengan buyer jika ada klaim kualitas.
Dari segi gaji: QC line biasanya mendapat Rp 2.300.000 - 3.000.000 per bulan. QC Final / QC Senior bisa mendapat Rp 3.000.000 - 4.000.000. Sedangkan QA Staff dimulai dari Rp 3.500.000 dan QA Supervisor bisa mencapai Rp 5.000.000 - 7.000.000 per bulan.
Untuk berkembang dari QC ke QA, Anda perlu: (1) memahami standar buyer internasional (AQL 2.5, 4-point system untuk fabric inspection), (2) mampu membaca dan menulis laporan dalam bahasa Inggris dasar, (3) menguasai tools seperti Excel untuk data defect tracking, dan (4) memiliki kemampuan komunikasi yang baik karena QA sering berinteraksi langsung dengan buyer.
Tip karir: Jika Anda baru memulai di industri garment, posisi QC adalah pintu masuk yang baik. Setelah 2-3 tahun pengalaman QC, Anda bisa melamar posisi QA dengan portofolio inspeksi dan pemahaman standar yang solid.